Tampilkan postingan dengan label Sejarah Toyota. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Sejarah Toyota. Tampilkan semua postingan

Rabu, 22 Juni 2011

Toyota Corolla - Leading Across Generations

Kehadiran Toyota Corolla sudah lebih empat dekade dan telah melahirkan 9 generasi yang terus dipercaya konsumen. Itu sebabnya sangat sulit bagi model lain untuk menggeser dominasi Corolla. Bahkan hingga kini.

Generasi pertama Corolla hadir sebagai kado perayaan usia 30 tahun Toyota Motor Corp. (TMC) di industri otomotif (TMC lahir pada 23 Agustus 1937). Sejak diproduksi pertama kali pada tahun 1966 hingga saat ini Corolla sudah meraih angka produksi lebih dari 35 juta unit dan dipasarkan ke lebih 140 negara. Prestasi yang belum pernah dicapai model serupa oleh produsen otomotif lain (Ford F series terjual 25 juta unit, Volkswagen Golf terjual 24 juta unit, Volkswagen Beetle terjual 21,5 juta unit, dan Ford Model T terjual 16,5 juta unit). Bagaimana di Indonesia?Corolla 1966

Sejak kemunculan perdananya di Tanah Air pada tahun 1972 hingga tahun ini angka penjualan Corolla telah mencapai 130.619 unit dan berkali-kali mendapat predikat Car of the Year. Dominasinya tampak sepanjang periode 1990- Agustus 2007 dimana penjualan Corolla berhasil menguasai pangsa pasar 39,18% (65.566 unit) sedangkan pesaing terdekatnya Civic menguasai 27,14% (45.823 unit). Setidaknya, ini membuktikan Corolla berhasil merebut hati konsumen Indonesia.

Sejatinya, Corolla yang hadir pertama kali ke Indonesia adalah hasil pengembangan generasi pertama. Generasi kedua ini pertama kali diproduksi tahun 1971. Penampilan dan mesinnya lebih besar dari pendahulunya. Ini merupakan model Toyota yang sukses di seluruh dunia. Mesin yang digunakan berkemampuan tinggi. Tidak heran Corolla pada generasi ini berhasil beberapa kali menjuarai rally dunia, antara lain Press on Regardless Rally di Amerika, dan 1000 Lakes Rally di Finlandia.
Corolla 1970
Generasi ketiga Corolla diluncurkan pada tahun 1975 dengan beberapa perubahan pada bagian eksterior dan interiornya. Selanjutnya pada tahun 1980, lahir Corolla generasi keempat yang lebih dikenal dengan Corolla DX dan jadi fenomena di Indonesia.

Corolla generasi keempat ini telah mengalami perubahan total pada bentuk dan fitur-fitur yang dimilikinya dan merupakan model terakhir yang berpenggerak roda belakang. Corolla DX merupakan tonggak berdirinya Corolla 1974kekuatan Corolla dalam pasar sedan kelas small di Indonesia.

Beberapa tahun kemudian, tepatnya pada 1984, diluncurkan Corolla generasi kelima atau yang biasa disebut dengan Corolla SE. Generasi ini merupakan generasi Corolla yang mulai menggunakan teknologi Front Drive. Mesinnya telah berubah, dari seri K menjadi seri A.

Generasi keenam merupakan Corolla yang diluncurkan pada tahun 1988. Untuk mengantisipasi perkembangan industri otomotif saat itu Toyota mengadopsi teknologi baru bermesin Twin Cam. Generasi ini populer di Indonesia dengan sebutan Corolla Twin Cam.
Corolla 1983Great Corolla merupakan sebutan populer dari generasi ketujuh yang telah berubah total dari generasi sebelumnya, baik pada bentuk dan keaerodinamisan kendaraan, juga interior dan fitur-fitur kendaraan. Generasi yang diluncurkan pada 1992 ini mampu meraih pangsa pasar tertinggi di kelasnya selama 3 tahun berturut-turut sejak diluncurkan, dengan market share rata-rata hampir 40% dalam kelas small sedan.

Dengan hasil yang fantastis ini, Great Corolla mengambil alih kembali posisi nomor satu dalam kelas sedan small dari Honda Civic yang sempat terlepas pada tahun 1984 hingga 1991. Hasil penjualan Great Corolla memacu Toyota untuk berkreasi lebih baik lagi, dengan selalu memenuhi permintaan pelanggan akan kualitas, kenyamanan dan keamanan kendaraan yang lebih optimal dibandingkan generasi sebelumnya, dengan tak lupa memperhatikan faktor kelestarian lingkungan.

Generasi kedelapan diluncurkan pada awal 1996 bernama All New Corolla, dan dilengkapi dengan berbagai perlengkapan canggih untuk meningkatkan keselamatan pengguna, seperti airbags dan ABS. Generasi ini Corolla 1987mengalami beberapa kali perubahan, baik pada eksterior maupun interiornya untuk meningkatkan kepuasan pengguna.

Untuk generasi kedelapan ini, Toyota membuat Corolla yang berbeda untuk egion yang berbeda. Versi Jepang mulai dipasarkan di Jepang pada pertengahan tahun 1995, dan beberapa Negara Asia, Amerika Selatan, serta Afrika pada tahun 1996. Versi Eropa untuk Eropa dan Australia hadir pada tahun 1997. Versi Amerika hanya untuk USA dan Canada baru untuk model tahun 1998. Versi Eropa hadir dengan penampilan yang sangat berbeda dengan versi untuk region lainnya. Corolla Eropa memiliki lampu depan berbentuk bulat.
Corolla 1991
Penyempurnaan terus berlanjut. Di awal milenium ini, untuk meneruskan kesuksesan Corolla, Toyota menghadirkan Corolla generasi kesembilan yang dirancang dengan konsep kendaraan abad 21, baik pada eksterior, interior, mesin dan instrumen kendaraan lainnya. Generasi ini memiliki nama baru Corolla ALTIS. Kata ALTIS berasal dari kata Altitudinous, yang maksudnya menggambarkan Corolla sebagai kendaraan terkuat dalam kelas sedan small di seluruh dunia. Corolla ALTIS dengan performa mesin yang tangguh dan konsep model Break Into Style ini dipersembahkan untuk memenuhi kebutuhan pelanggan akan mobil yang stylish, mewah, dan dinamis.

Guna terus meningkatkan kepuasan pelanggan beberapa perubahan desain juga dilakukan pada generasi kesem-bilan. Mulai perubahan pada eksterior juga interiornya. Model keluaran terbaru ini dikenal dengan sebutan New Corolla Altis yang hadir sejak tahun lalu dimana semakin mengukuhkan statusnya sebagai sedan berkelas di pasar small sedan.
Corolla 1995
Dengan terus melakukan pembaharuan Corolla selalu berhasil merebut hati konsumen. Belum pernah ada dalam sejarah otomotif, sebuah model bertahan selama itu. Sukses Corolla adalah salah satu contoh bagaimana strategi Toyota untuk terus menghadirkan inovasi baru, produksi yang mengerti kebutuhan pelanggan dan perbaikan kualitas terus menerus baik dalam teknologi juga layanan.

Corolla adalah salah satu produk global Toyota yang dikembangkan dan diproduksi di banyak negara dengan spesifikasi sesuai karakteristik pelanggan di setiap kawasan. Itulah kenapa Corolla bisa diterima pasar di banyak negara. Bahkan, bisa dibilang, Corolla salah satu produk unggulan Toyota di hampir setiap negara di dunia. Tentunya, tanpa peningkatan kualitas produk dari generasi ke generasi tidak mungkin ada pertumbuhan penjualan yang sedemikian mengesankan.

Corolla berhasil mempertahankan dominasi pasarnya dalam jangka panjang, ini berkat beberapa upaya strategis yang dilakukan Toyota. Pertama, selain meluncurkan produk yang terbaik, produk yang lebih modern dari segi desain dan penampilan juga kualitas mesinnya yang lebih tangguh. Kedua, di mana pun produk Toyota dipasarkan, pelayanan kepada pelanggan tetap diutamakan. Sukses dari 9 generasi Corolla yang dipasarkan membuktikan bagaimana Toyota berhasil menawarkan standar kualitas lebih dari yang diharapkan konsumen.

Dapatkan informasi Harga Mobil Toyota, diskon, cashback, program promosi, bonus menarik yang kami tawarkan, dengan klik link di bawah ini;

Selasa, 21 Juni 2011

Sejarah Toyota Kijang

Toyota Kijang Generasi 1 (1977 - 1980)
Toyota Kijang Generasi 1 (1977-1980)Diperkenalkan pertama kali pada 9 Juni 1977 dalam bentuk yang sangat sederhana. Pickup kotak berpintu setengah, dengan jendela samping terbuat dari terpal dan plastik. Engsel pintunya tampak dari sisi luar. Generasi dengan kode KF10 ini menggunakan mesin tipe 3K berkapasitas 1.200 cc, seperti mesin Corolla. Transmisi yang digunakan 4 percepatan.

Kijang generasi pertama ini terkenal dengan julukan Kijang Buaya, karena kap mesin yang dapat dibuka sampai ke samping. Kijang Buaya ini sudah mampu merebut hati masyarakat Indonesia. Ini terbukti dari angka penjualannya yang mencapai 26.806 unit hingga diluncurkan generasi selanjutnya.

Toyota Kijang Generasi 2 (1981 - 1985)
Toyota Kijang Generasi 2 (1981 - 1985)Pada September 1981, generasi kedua dengan kode KF20 dirilis di pasaran. Meskipun masih banyak kemiripan dengan generasi sebelumnya, kendaraan dengan nama populer Kijang Doyok ini telah mengalami perubahan cukup banyak, seperti letak engsel pintu yang tersembunyi, kap mesin yang hanya membuka di bagian atas moncong, serta grill juga permukaan pintu yang sama dengan bodi.

Mesinnya sudah mengalami peningkatan dari 3K menjadi 4K, dengan kapasitas silinder 1.300 cc. Suspensi yang dipergunakan masih seperti generasi sebelumnya, yaitu double wishbone dengan per daun dipasang melintang untuk bagian depan, serta per daun dengan posisi di bawah gardan (under axle) untuk bagian belakang.

Pada 1982, generasi kedua ini mengalami penyempurnaan dengan penambahan kunci pintu kanan. Tahun 1983, transmisi dan differential-nya disempurnakan, sekaligus dilakukan penambahan booster untuk sistem pengereman. Grill dan bumper bagian depan diubah dengan tampilan yang lebih menarik.

Dengan sedikit perubahan pada eksteriornya, pada Desember 1985, PT. Toyota Astra Motor meluncurkan Kijang mesin 5K yang berkapasitas 1.500 cc. Meskipun kapasitas silinder yang dimilikinya lebih besar, ternyata konsumsi bahan bakarnya masih lebih hemat sekitar 5% dibandingkan tipe sebelumnya.

Generasi kedua Kijang, sama halnya dengan generasi pertamanya semakin mendapat hati penggemarnya, terbukti dengan makin tingginya angka penjualan yang dicapai selama 5 tahun keberadaannya, yaitu sebanyak 101.668 unit.

Toyota Kijang Generasi 3 (1986 - 1996)
Toyota Kijang Generasi 3 (1986 - 1996)Generasi ini dibagi menjadi dua periode besar, yaitu Kijang Super (1986-1992) dan Kijang Grand (1992-1996).

Dengan perubahan total pada eksteriornya, pada Nopember 1986, generasi ketiga mulai diperkenalkan. Mulai generasi ini, telah digunakan teknologi Full Pressed Body, yang dapat mengurangi sekitar 2-5 kilogram dempul per mobil.

Dari generasi inilah mulai diperkenalkan chasis pendek (KF40) dan panjang (KF50), dengan konstruksi chasis yang telah mengalami perbaikan. Sistem kemudi pun tak luput dari proses penyempurnaan, dengan diterapkannya sistem re-circulating ball dan penggunaan variable gear ratio.

Untuk menambah rasa nyaman, suspensi bagian depan diubah menjadi double wishbone dengan pegas batang torsi, sedangkan konstruksi bagian belakang menjadi over axle. Penggunaan rem cakram juga mulai diperkenalkan mulai Kijang generasi ini.

Teknologi Advance Super Response Engine (ASRE) diadopsi untuk menyempurnakan sistem pasokan bahan bakar, sehingga terjadi peningkatan performa dari 61 ps menjadi 63 ps. Transmisi yang digunakan juga tersedia dalam dua pilihan, 4 speed dan 5 speed.

Sistem kemudi rack & pinion mulai diperkenalkan di tahun 1991. Pada tahun tersebut sekaligus dilakukan penyempurnaan per belakang dan as kopel tipe 3 sambungan pada chassis panjang, guna mengurangi getaran.

Generasi Kijang Grand diluncurkan pada Agustus 1992, dengan teknologi Toyota Original Body, di mana proses pembuatan bodi menggunakan mesin press berkekuatan 1.500 ton dan metode las titik (spot welding) mulai diperkenalkan. Dengan teknologi baru tersebut struktur bodi bisa disamakan dengan sedan, dan benar-benar bebas dempul.

Perubahan lainnya pada Kijang Grand ini, seperti rangkaian baru lampu depan, grill dan bumper depan belakang untuk bagian eksterior. Untuk interiornya, bentuk dashboard telah mengalami perubahan, juga penambahan AC double blower untuk tipe Grand Extra, yang merupakan grade tertinggi dalam generasi Kijang Grand ini. Posisi tangki bahan bakar dipindah ke sebelah kiri, sedangkan ban cadangan digantung di belakang, dan sistem kemudinya telah menggunakan power steering.

Meski masih menggunakan mesin tipe 5K, namun penyempurnaan pada Kijang Grand ini telah dilakukan pada karburator, intake dan exhaust manifold, sehingga dapat meningkatkan tenaganya menjadi 72 ps.

Pada tahun 1995, setahun sebelum berakhirnya generasi ini diluncurkan Kijang KF42 dan KF52 dengan mesin 7K. Hingga digantikan generasi yang lebih baru, generasi ketiga ini berhasil membukukan angka penjualan sebanyak 492.123 unit.

Toyota Kijang Generasi 4 (1997 - sekarang)
Toyota Kijang Generasi 4 (1997 - sekarang)Bulan Januari 1997, PT. Toyota Astra Motor kembali meluncurkan Kijang terbarunya. Pada generasi keempat ini, bentuk Kijang mengalami perubahan total, tampil lebih aerodinamis dengan lekukan yang lebih halus sehingga sering disebut Kijang Kapsul.

Kijang dengan kode KF70 dan KF80 ini juga mengalami perubahan konfigurasi tempat duduk bagian belakang. Untuk chasis long tipe Deluxe dan Grand, tempat duduk bagian belakang menghadap ke depan dan bisa dilipat, sehingga menambah kenyamanan penumpang. Dashboard-nya juga mengalami perubahan total.

Penyetelan katup sudah menggunakan sistem hidrolik. Tenaga meningkat menjadi 80 ps. Transmisi tersedia dalam 4-speed, 5-speed dan otomatis 4-speed. Mesin yang dipergunakan masih tetap 7K. Sebulan kemudian, dirilis versi diesel bertipe mesin 2L dengan kode LF70 dan LF80.

Pada bulan Februari 2000, dilakukan penyegaran tampilan eksterior dan interior, yang meliputi perubahan pada lampu, bumper dan dashboard-nya.

Kijang EFI berkapasitas 2.000 cc diluncurkan pada bulan September 2000, dengan mesin bertipe baru, 1RZ-E untuk variant Grand dan Krista, sebagai tambahan tipe K yang selama 20 tahun telah diakui kehandalannya. Dengan tipe mesin barunya ini, Kijang semakin bertenaga (97 ps). Sejak diluncurkan hingga akhir kuartal pertama tahun 2002, penjualan Kijang generasi keempat ini telah mencapai angka 269.226 unit.

Kini, tak terasa telah 25 tahun lamanya Kijang tumbuh dan berkembang bersama keluarga Indonesia. Ini membuktikan Toyota Kijang merupakan mobil keluarga terbaik setiap keluarga Indonesia.

Dapatkan informasi Harga Mobil Toyota, diskon, cashback, program promosi, bonus menarik yang kami tawarkan, dengan klik link di bawah ini;

Jumat, 13 Maret 2009

Sejarah Toyota

Sejarah ToyotaHistory of Toyota - Toyota Motor Corporation didirikan pada September 1933 sebagai divisi mobil Pabrik Tenun Otomatis Toyota. Divisi mobil perusahaan tersebut kemudian dipisahkan pada 27 Agustus 1937 untuk menciptakan Toyota Motor Corporation seperti saat ini. Sejarah Toyota.

Berangkat dari industri tekstil, Toyota menancapkan diri sebagai salah satu pabrikan otomotif yang cukup terkemuka di seluruh dunia. Merek yang memproduksi 1 mobil tiap 6 detik ini ternyata menggunakan penamaan Toyota lebih karena penyebutannya lebih enak daripada memakai nama keluarga pendirinya, Toyoda. Inilah beberapa tonggak menarik perjalanan Toyota.

Toyota merupakan pabrikan mobil terbesar ketiga di dunia dalam unit sales dan net sales. Pabrikan terbesar di Jepang ini menghasilkan 5,5 juta unit mobil di seluruh dunia. Jika dihitung, angka ini ekuivalen dengan memproduksi 1 unit mobil dalam 6 detik.
Toyota sendiri didirikan oleh Sakichi Toyoda, yang berawal dari sebuah industri tekstil (Marimutu Sinivasan, pendiri Texmaco, usahawan besar tekstil di Indonesia, berusaha menirunya dengan mengembangkan sektor otomotif bermerek PERKASA).

Dibandingkan dengan industri-industri otomotif lain yang menggunakan nama pendirinya sebagai merek dagang seperti Honda yang didirikan oleh Soichiro Honda, Daimler-Benz (Gottlieb Daimler dan Karl Benz), Ford (Henry Ford), nama Toyoda tidaklah dipakai sebagai merek. Karena berangkat dari pemikiran sederhana dan visi waktu itu, penyebutan Toyoda kurang enak didengar dan tidak akrab dikenal sehingga diplesetkan menjadi Toyota.

Sakichi Toyoda lahir pada bulan Februari 1867 di Shizuoka, Jepang. Pria ini dikenal sebagai penemu sejak berusia belasan tahun. Toyoda mengabdikan hidupnya mempelajari dan mengembangkan perakitan tekstil. Dalam usia 30 tahun Toyoda menyelesaikan mesin tenun. Ini kemudian mengantarnya mendirikan cikal bakal perakitan Toyota, yakni Toyoda Automatic Loom Works, Ltd. pada November 1926.

Di sini hak paten mesin tekstil otomatisnya kemudian dijual kepada Platt Brothers & Co, Ltd. dari Inggris, Britania Raya. Hasil penjualan paten ini, dijadikan modal pengembangan divisi otomotif. Mulai tahun 1933, ketika Toyoda membangun divisi otomotif, tim yang kemudian banyak dikendalikan oleh anaknya Kiichiro Toyoda, tiada henti menghasilkan inovasi-inovasi terdepan di zamannya. Mesin Tipe A berhasil dirampungkan pada 1934. Setahun kemudian mesin ini dicangkokkan prototipe pertama mobil penumpang mereka, A1. Divisi otomotif Toyoda juga menghasilkan truk model G1.

Di tahun 1936 mereka meluncurkan mobil penumpang pertama mereka, Toyoda AA (kala itu masih menggunakan nama Toyoda). Model ini dikembangkan dari prototipe model A1 dan dilengkapi bodi dan mesin A. Kendaraan ini dari awal diharapkan menjadi mobil rakyat. Konsep produk yang terus dipegang Toyota hingga sekarang.
Empat tahun menunggu dirasa cukup melahirkan perusahaan otomotif sendiri dan melepaskan diri dari industri tekstil mereka. Kemudian tahun 1937 mereka meresmikan divisi otomotif dan memakai nama Toyota, bukan Toyoda seperti nama industri tekstil.

Pengambilan nama Toyota dalam bahasa Jepang terwakili dalam 8 karakter, dan delapan adalah angka keberuntungan bagi kalangan masyarakat Jepang. Alasan lain yang dianggap masuk akal adalah industri otomotif merupakan bisnis gaya hidup dan bahkan penyebutan sebuah nama (dan seperti apa kedengarannya), menjadi sisi yang begitu penting. Karena nama Toyoda dianggap terlalu kaku di dalam bisnis yang dinamis sehingga diubah menjadi Toyota yang dirasa lebih baik. Tak ayal, tahun 1937 merupakan era penting kelahiran Toyota Motor Co, Ltd. cikal bakal raksasa Toyota Motor Corp (TMC) sekarang.

Semangat inovasi Kiichiro Toyoda tidak pernah redup. Toyota kemudian berkembang menjadi penghasil kendaraan tangguh. Di era 1940-an, Toyota sibuk mengembangkan permodalan termasuk memasukkan perusahaan di lantai bursa di Tokyo, Osaka dan Nagoya.

Setelah era Perang Dunia II berakhir, tahun 1950-an merupakan pembuktian Toyota sebgai penghasil kendaraan serba guna tangguh. Waktu itu kendaraan Jeep akrab di Jepang. Terinspirasi dari mobil ini, Toyota kemudian mengembangkan prototipe Land Cruiser yang keluar tahun 1950. Setahun kemudian meluncurkan secara resmi model awal Land Cruiser yakni model BJ.

Bulan Juli tahun itu, test drivernya Ichiro Taira mengakhiri uji coba dengan hasil luar biasa. Diinspirasi oleh tokoh Samurai Heikuro Magaki yang mendaki Gunung Atago di atas kuda tahun 1643, Taira mengemudikan Toyota BJ-nya ke kuil Fudo di kota Okasaki. Ini sekaligus dipakai sebagai promosi ketangguhan mobil segala medan ini. Tak lama berselang, Toyota Land Cruiser mulai menandingi dominasi Jeep Willys. Bahkan dengan model-model selanjutnya, Toyota Land Cruiser bisa diterima di pasar yang kala itu sulit ditembus yakni Amerika Utara. Lewat model ini, Toyota masuk ke pasar-pasar di berbagai belahan dunia, termasuk di Indonesia yang dikenal sebagai sebagai Toyota Hardtop Land Cruiser FJ40/45. Di Afrika, model-model Toyota Land Cruiser ini digunakan sebagai Technical alias jip bersenjata yang dibekali senapan mesin ringan, berat atau bahkan senjata basoka tanpa tolak balik (Recoilless bazooka) dan diterjunkan sepanjang konflik-konflik bersenjata dengan kinerja sangat tangguh.

Toyota tidak hanya dikenal melalui Toyota Land Cruiser. Mereka juga mengembangkan model yang menjadi favorit dunia, sedan kecil. Lewat Corolla yang memulai debutnya pada tahun 1966, sedan mungil generasi awal ini memakai penggerak belakang mengubah tatanan sedan bongsor yang populer saat itu menuju arah sedan kecil yang kompak, irit dan ringkas. Memasuki tahun 1975, Corolla masuk dalam generasi ketiga dan terjual lebih dari 5 juta unit. Hal yang menakjubkan ini masih kokoh hingga sekarang. Mesin mobil Corolla ini kemudian digunakan di Indonesia sebagai mesin untuk kendaraan niaga keluarga serbaguna, Toyota Kijang generasi awal yang dikenal sebagai Kijang Buaya.

Sejalan makin mengglobalnya produk Toyota, mereka sadar tidak mempunyai grafik logo. Bahkan di Indonesia dijumpai kendaraan bermerk Toyota seperti Toyota Kijang dengan logo TOYOTA pada grill di bagian bonnet (hidung) mobil. Brand Kijang itu sendiri sudah menjadi legenda Mobil Keluarga Ideal Terbaik Indonesia. Di tahun 1989 Toyota akhirnya memutuskan untuk membuat dua lingkaran oval (elips) yang menghasilkan huruf T dan elips ketiga mengisyaratkan akan the spirit of understanding in design. Lingkaran ketiga itu sekaligus mengelilingi kedua lingkaran elips sebelumnya yang berbentuk T itu sebagai bukti menjaga dan mempengaruhi sekelilingnya. Di tahun 1990-an, Toyota semakin membuktikan bahwa mobil Jepang dapat bersaing dengan mobil Eropa dan Amerika. Toyota Celica berhasil menjadi juara rally dunia, dan Toyota Camry menjadi mobil paling laris di Amerika. Sejarah Toyota.

Minggu, 01 Februari 2009

Toyota All New Prius : Goresan Tinta Sejarah

Toyota All New PriusToyota memulai babak baru sejarah perjalanan Prius di NAIAS 2009 bersamaan dengan peluncuran Toyota All New Prius. Melalui Prius generasi ketiga ini Toyota ingin menjadi pemimpin dunia di kendaraan hybrid.

Sejak generasi pertama Prius dijual pada 2007, mobil hybrid ini telah dibeli lebih dari 1 juta konsumen di seluruh dunia. Dan hadirnya Prius terbaru yang mengusung tekhnologi lebih canggih diharapkan akan mendongkrak prestasi tersebut.

Teknologi hybrid terbaru pada Prius dinyatakan Toyota akan meningkatkan penghematan bahan bakar, performa, dan memperkecil emisi.

Hal ini terjadi mengingat Prius bisa berjalan hanya dengan memanfaatkan mesin bensin atau motor listrik serta penggabungan keduanya.

New Prius mengadopsi mesin bensin 1.8-liter VVT-i, yang mampu menghasilkan tenaga 98 hp pada 5.200 rpm dan torsi 142 Nm pada 4.000 rpm.

Sementara teknik rancang bangun ulang pada sistem Hybrid Synergy Drive telah menghasilkan pengurangan bobot dan pemangkasan dimensi. Terobosan ini jelas meningkatkan efisiensi dari teknologi itu sendiri.

Selain itu, keuntungan pengurangan berat juga dilakukan dengan pengaplikasian material aluminium ringan dan baja bertekanan tinggi pada rangka bodinya.

Bahkan desain All New Prius yang lebih aerodinamis (0,25 Cd) juga menjanjikan berkurangnya konsumsi bahan bakar. Nilai aerodinamis ini diklaim Toyota sebagai yang terkecil untuk sebuah kendaraan penumpang produksi massal.

Prius terbaru juga dirancang menggunakan platform baru demi menghasilkan pengendalian yang lebih baik, serta volume kabin yang luas. Bahkan aliran udara ke bawah yang semakin baik juga mendukung tercapainya performa yang lebih baik.

Secara umum desain Prius terbaru masih mempertahankan bentuk model terdahulu. Hanya saja dimensi All New Prius kini lebih panjang. Penambahan tinggi juga memberi ruang ekstra bagi kepala yang cukup baik.

Keistimewaan lain dari Prius terbaru adalah tersedianya ruang bagasi yang lebih lapang. Sekali lagi, hal ini merupakan keuntungan dari sistem Hybrid Synergy Drive yang berukuran padat.

***

Spesifikasi
Toyota All New Prius

Mesin: 1.8-liter 4-silinder VVT-i
Tenaga maksimum: 98 hp @ 5.200 rpm
Torsi maksimum: 142 Nmt @ 4.000 rpm
Motor elektrik: Permanent magnet synchronous motor
Tenaga motor elektrik: 80 hp/207Nm
Tenaga sistem hybrid: hp
Rating emisi: SULEV (dengan AT-PZEV)
Transmisi: Electronically controlled continuously variable (CVT)
Gerak roda: Depan
Hybrid battery pack: Nickel-metal hydride
Konsumsi BBM: 21 km/liter (kombinasi)

DIMENSI

Panjang
: 4.460 mm
Lebar: 1.744 mm
Tinggi: 1.490 mm
Sumbu roda: 2.700 mm
Ground clearance: 140 mm
Coefficient of Drag: 0.25
Velg: Aluminium 15-inci, 17 inci (opsional)
Ukuran ban: 195/65R15, 215/45R17 (opsional)
Kapasitas bangku: 5 penumpang