Tampilkan postingan dengan label Hybrid. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hybrid. Tampilkan semua postingan

Selasa, 22 Mei 2012

4 Million Units Toyota Hybrid Car, Sold Worldwide


Toyota Motor Corporation (TMC) today announced it has sold 4 million units worldwide hybrid cars until 30 April. Hybrid cars first launched by TMC in Japan in August 1997, the "Coaster Hybrid EV". In December the same year, introduced the Prius hybrid passenger cars are mass produced.

Toyota began selling the Prius outside of Japan, namely in the United States and Europe in 2000. In 2003, Toyota introduced the Prius generation-2 and TMC continues to add hybrid models, such as minivan, SUV, sedan and hatchback rear-wheel compact.

The third-generation Prius was launched in May 2009, claimed to gain success worldwide sales. As evidence, at the end of February 2011, total hybrid cars are sold worldwide has reached 3 million units.

Last year, Toyota introduced the Prius α (alpha) MPV and Aqua. As a result, until recently marketed hybrid car Toyota has reached 18 models and is marketed in 80 countries. With this addition, all Toyota cars sold worldwide, 15 percent comes from the hybrid (including Lexus).

Currently, Toyota is preparing a compact hybrid hatchback, the Yaris Hybrid will be launched first in Europe and the Lexus "ES300h" in the United States.

With 4 million hybrid units, the emissions of carbon dioxide (CO2) that can be cut by Toyota reaching up to 26 million tons.

Minggu, 01 Februari 2009

Toyota All New Prius : Goresan Tinta Sejarah

Toyota All New PriusToyota memulai babak baru sejarah perjalanan Prius di NAIAS 2009 bersamaan dengan peluncuran Toyota All New Prius. Melalui Prius generasi ketiga ini Toyota ingin menjadi pemimpin dunia di kendaraan hybrid.

Sejak generasi pertama Prius dijual pada 2007, mobil hybrid ini telah dibeli lebih dari 1 juta konsumen di seluruh dunia. Dan hadirnya Prius terbaru yang mengusung tekhnologi lebih canggih diharapkan akan mendongkrak prestasi tersebut.

Teknologi hybrid terbaru pada Prius dinyatakan Toyota akan meningkatkan penghematan bahan bakar, performa, dan memperkecil emisi.

Hal ini terjadi mengingat Prius bisa berjalan hanya dengan memanfaatkan mesin bensin atau motor listrik serta penggabungan keduanya.

New Prius mengadopsi mesin bensin 1.8-liter VVT-i, yang mampu menghasilkan tenaga 98 hp pada 5.200 rpm dan torsi 142 Nm pada 4.000 rpm.

Sementara teknik rancang bangun ulang pada sistem Hybrid Synergy Drive telah menghasilkan pengurangan bobot dan pemangkasan dimensi. Terobosan ini jelas meningkatkan efisiensi dari teknologi itu sendiri.

Selain itu, keuntungan pengurangan berat juga dilakukan dengan pengaplikasian material aluminium ringan dan baja bertekanan tinggi pada rangka bodinya.

Bahkan desain All New Prius yang lebih aerodinamis (0,25 Cd) juga menjanjikan berkurangnya konsumsi bahan bakar. Nilai aerodinamis ini diklaim Toyota sebagai yang terkecil untuk sebuah kendaraan penumpang produksi massal.

Prius terbaru juga dirancang menggunakan platform baru demi menghasilkan pengendalian yang lebih baik, serta volume kabin yang luas. Bahkan aliran udara ke bawah yang semakin baik juga mendukung tercapainya performa yang lebih baik.

Secara umum desain Prius terbaru masih mempertahankan bentuk model terdahulu. Hanya saja dimensi All New Prius kini lebih panjang. Penambahan tinggi juga memberi ruang ekstra bagi kepala yang cukup baik.

Keistimewaan lain dari Prius terbaru adalah tersedianya ruang bagasi yang lebih lapang. Sekali lagi, hal ini merupakan keuntungan dari sistem Hybrid Synergy Drive yang berukuran padat.

***

Spesifikasi
Toyota All New Prius

Mesin: 1.8-liter 4-silinder VVT-i
Tenaga maksimum: 98 hp @ 5.200 rpm
Torsi maksimum: 142 Nmt @ 4.000 rpm
Motor elektrik: Permanent magnet synchronous motor
Tenaga motor elektrik: 80 hp/207Nm
Tenaga sistem hybrid: hp
Rating emisi: SULEV (dengan AT-PZEV)
Transmisi: Electronically controlled continuously variable (CVT)
Gerak roda: Depan
Hybrid battery pack: Nickel-metal hydride
Konsumsi BBM: 21 km/liter (kombinasi)

DIMENSI

Panjang
: 4.460 mm
Lebar: 1.744 mm
Tinggi: 1.490 mm
Sumbu roda: 2.700 mm
Ground clearance: 140 mm
Coefficient of Drag: 0.25
Velg: Aluminium 15-inci, 17 inci (opsional)
Ukuran ban: 195/65R15, 215/45R17 (opsional)
Kapasitas bangku: 5 penumpang

Jumat, 18 Juli 2008

Hybrid, Mobil Efisien BBM untuk Indonesia

harga toyota baruPenggunaan BBM yang meningkat memang merupakan problem yang cukup rumit. Karena konsumsi bahan bakar seiring makin banyaknya jumlah kendaraan akan memperbanyak biaya subsidi. Untuk itu, mobil efisien bahan bakar, seperti hybrid adalah solusi yang paling tepat.

Hal ini dikemukakan Direktur Marketing Toyota Astra Motor, Joko Trisanyoto, saat diskusi harian di booth Toyota Indonesia International Motor Show, Senin, 14 Juli 2008 sore.

"Konsumsi bahan bakar mobil hybrid bisa lebih hemat 50 persen dari versi mobil mesin konvensional. Contoh pada Toyota Prius saja, konsumsinya bisa mencapai 25 km/liter. Jika populasi hybrid di Indonesia banyak, tentu dampaknya akan menekan jumlah subsidi bahan bakar yang dikeluarkan pemerintah," kata Joko.

Namun, Joko masih menyangsikan minat konsumen memiliki mobil hybrid lantaran harganya yang masih tinggi. Toyota Prius saja, jika didatangkan ke Indonesia harganya bisa mencapai Rp 495 juta. Harga yang sama dengan model Civic hybrid. Padahal harganya bisa ditekan hingga menyamai model Toyota Corolla Altis yang dihargai Rp 300 jutaan.

Sementara permintaan pemerintah agar produsen kendaraan memproduksi mobil hybrid di Indonesia untuk mendapatkan insentif, ditanggapi sebagai hal yang berisiko. "Agen tunggal pemegang merek (ATPM) yang mendatangkan hybrid perlu menjajaki sejauh mana minat konsumen terhadap hybrid. Jika bagus produsen akan mempertimbangkan untuk memproduksi di sini, jika tidak bisa rugi," kata Joko.

Toyota Astra Motor sendiri, sejak 2006, sudah membawa 6 unit Prius hybrid ke Indonesia untuk dipinjamkan ke lembaga pemerhati lingkungan. Baik unsur pemerintah, LSM, kalangan akademisi, maupun artis.

Sejak tahun tersebut, Prius tak mengalami masalah berarti digunakan di Indonesia. Artinya infrastruktur di Indonesia sebenarnya cukup mendukung.

Achmad Rizal, Head Marketing Communication PT TAM mengatakan, hingga saat ini Toyota Prius yang didatangkan ke Indonesia tidak mengalami masalah berarti. Biaya perawatan pun sama dengan mesin bensin 1.500 cc. Sementara motor listrik dan baterai sanggup bertahan lama.

"Sejak diluncurkan 2007, Prius tak mengalami permasalahan dalam baterai dan motor listrik," katanya.

Meski mendorong penggunaan hybrid di Indonesia, TAM mengaku belum berniat memasarkannya. Rizal juga mengungkapkan, meski sudah banyak peminat Toyota Prius, TAM belum bisa menerima pemesanan. Untuk itu, konsumen yang ingin memiliki Prius saat ini membeli melalui jasa importir umum.